Cara Membuat Busur dan Anak Panah

Cara Membuat Busur dan Anak Panah . Sebagai senjata pilihan untuk semua orang mulai dari para pemburu penduduk asli Amerika hingga pasukan Turki, busur adalah salah satu alat berburu (dan pertempuran) tertua di muka Bumi. Meskipun alat ini tidak cocok untuk persenjataan modern — atau untuk peralatan panahan modern — busur primitif masih bisa menyelamatkan nyawa Anda jika Anda harus berburu untuk bertahan hidup di hutan rimba, atau jika Anda adalah penggemar film Hunger Games dan ingin menjadi Katniss Everdeen! Busur dan panah ini adalah peralatan yang keren dan mengagumkan untuk dipamerkan pada teman-teman Anda! Disupport oleh Green-Squalle

Disupport oleh Daftar Poker77

Pilih sepotong kayu yang panjang untuk busur.

Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ketika memilih kayu mentah untuk busur Anda:

  • Carilah sepotong kayu keras yang kering dan mati (tetapi tidak lapuk atau retak) (seperti kayu oak, pohon lemon, hickory, yew, black locust, atau jati) dengan panjang sekitar 1,8 meter. Kayu tersebut tidak boleh memiliki mata kayu, puntiran atau cabang, dan akan sangat membantu jika bagian tengah cabangnya tebal.
  • Kayu tersebut harus agak lentur, seperti kayu juniper atau murbei. Anda bahkan bisa menggunakan batang bambu atau rotan tetapi berhati-hatilah karena bahan ini tidak terlalu tebal. Untuk itu Anda bisa menggunakan bambu muda yang kuat dan lentur.
  • Kayu hijau (kayu hidup yang Anda potong dari pohon atau pohon muda) dapat gunakan jika memang benar-benar perlukan, tetapi harus hindari karena tidak sekuat kayu kering.

Tentukan lengkung alami tongkat kayu tersebut.

Setiap batang kayu memiliki lengkung alami, tidak peduli meskipun batangnya kecil. Ketika Anda membuat busur, lengkungan ini akan menentukan  mana Anda menempatkan fitur utamanya. Untuk menemukan lengkungnya, letakkan kayu Anda atas tanah, dengan satu tangan memegang bagian atas kayu. Dengan tangan yang lain, tekan bagian tengahnya dengan ringan. Kayu tersebut akan berputar sehingga bagian perut alami (permukaan busur yang dekat dengan tali busur) menghadap ke arah Anda, dan bagian belakangnya menghadap keluar.

Tentukan pegangan dan belahan busurnya.

Bagian ini sangat penting untuk proses pembentukan busur. Untuk menemukan pegangannya, buatlah tanda sepanjang 7,5 cm  atas dan  bawah titik tengah busur. Bagian antara dua tanda ini adalah sebagai pegangan busur, sedangkan atasnya adalah belahan busur bagian atas, dan  bawahnya adalah belahan busur bagian bawah.

Bentuklah busurnya.

Tempatkan ujung bawah busur di kaki Anda, dan satu tangan di bagian atas busur. Dengan tangan yang lain, tekan ke arah luar, dengan bagian perut busur menghadap ke arah Anda. Gunakan latihan ini untuk menentukan di bagian mana yang lentur dan bagian mana yang tidak lentur. Dengan pisau atau alat lain yang serupa, sayatlah kayu itu di bagian yang keras di perut (di sebelah dalam busur) saja, hingga belahan atas dan bawah memiliki lengkungan yang sama. Periksa pekerjaan Anda dengan sering. Jika kedua belahan menjadi lebih lentur dan memiliki lengkungan dan diameter yang sama satu sama lain, Anda siap untuk beralih ke langkah berikutnya.

  • Anda harus membuat pegangan busur menjadi bagian yang paling kuat (paling tebal).
  • Hati-hatilah untuk hanya mengukir dari perut busur. Tekanan yang besar akan diberikan pada bagian belakang busur, sehingga cacat kecil saja bisa membuat busur tersebut patah..

Buatlah takik untuk menempatkan tali busur.

Gunakan pisau untuk memotong takik yang dimulai di sisi samping . Busur dan belokkan ke arah perut busur dan menuju ke dalam ke arah pegangan. Harus dibuat satu takik untuk setiap ujung busur yang jaraknya sekitar 2,5 sampai 5 cm dari masing-masing ujung busur. Ingatlah untuk tidak memotong ke dalam punggung busur .Dan jangan membuat takik yang terlalu dalam untuk mengompromikan kekuatan di kedua ujung busur. Buatlah takik yang sekadar cukup dalam untuk mengikatkan talinya.