Mariana Yunita Hendriyani, Penggerak Edukasi Kesehatan Seksual di NTT

Mariana Yunita Hendriyani, Penggerak Edukasi Kesehatan Seksual di NTT

Di lansir dari green-squalle.net, Mariana Yunita Hendriyani Opat adalah pendiri dari Tenggara Youth Community. Komunitas yang telah 5 tahun bergerak di bidang edukasi kesehatan seksual dan reproduksi tersebut fokus merangkul anak dan remaja di kawasan Nusa Tenggara Timur.

Perempuan yang akrab di sapa Tata ini membagikan pengalamannya pada wawancara khusus.

Obrolan hangat kami membahas tentang upaya edukasi kesehatan reproduksi yang di lakukan oleh Tenggara Youth Community, serta cerita inspiratif yang gak kalah menarik dari Tata. Di kutip dari IDN Poker APK, untuk tahu kisah lengkapnya, simak artikel berikut ini.

1. “Tenggara Youth Community lahir dari keresahan kami akan teman-teman yang mengalami pelecehan seksual,” ujar Tata

Pada Agustus 2016, Tata dan salah seorang temannya memutuskan untuk mendirikan sebuah komunitas yang bergerak di bidang edukasi kesehatan seksual. Komunitas itu di beri nama ‘Tenggara Youth Community’. Tata yang berperan menjadi founder sekaligus penasihat juga membuka open recruitment kepada teman-teman yang ingin bergabung dengan kegiatan komunitas tersebut.

Adapun pengalaman itu meliputi kasus pelecehan seksual sampai dengan minimnya komunikasi terkait kesehatan reproduksi dengan orangtua masing-masing. Namun, gak sedikit dari mereka yang tergerak dari perasaan ingin mendalami isu kesehatan seksual dan membantu kawan-kawannya yang mengalami permasalahan tertentu.

Selama 5 tahun berjalan, ruang lingkup kegiatan komunitas masih berfokus pada kawasan Nusa Tenggara Timur. Aktivitas mereka masih berlanjut di tengah situasi pandemik COVID-19 melalui sejumlah kegiatan edukasi di media sosial dan berkolaborasi dengan komunitas lainnya.

2. Program Bacarita Kespro sudah mendapat sejumlah penghargaan dan apresiasi di tingkat nasional

Tenggara Youth Community memiliki berbagai program unggulan, salah satunya adalah ‘Bacarita Kespro’. Kata ‘Bacarita’ sendiri berasal dari bahasa Melayu Kupang yang artinya ‘bercerita’. Dan, hal tersebut juga mencerminkan metode baru yang di pakai Tenggara dalam menyampaikan edukasi terkait masalah kesehatan seksual dan reproduksi (Kespro).

Visi mereka adalah untuk mencapai kesehatan reproduksi remaja yang bertanggung jawab serta terpenuhi hak-hak seksual dan reproduksinya. Wawasan yang di berikan oleh Tenggara terkait HKSR juga di upayakan untuk berperspektif gender dan memiliki metode yang ramah untuk remaja.

Perjuangan Tata dan rekan-rekannya di Tenggara dalam mewujudkan visi tersebut pun di apresiasi secara nasional. Tahun lalu, Tata menjadi penerima apresiasi di bidang kesehatan pada Satu Indonesia Awards.