Rupiah & Pasar Saham Di tutup Menguat Saat Masyarakat Mulai Belanja

Rupiah & Pasar Saham Di tutup Menguat Saat Masyarakat Mulai Belanja

Rupiah & Pasar Saham Di tutup Menguat Saat Masyarakat Mulai Belanja – Pasar saham adalah pasar untuk perdagangan saham perusahaan yang di pegang umum dan instrumen finansial yang berhubungan termasuk opsi saham, perdagangan dan prakiraan indek. Pergerakan harga di pasar atau bagian dari pasar di tangkap dalam indeks harga yang di sebut Indeks pasar saham, yang diantaranya, Indeks Standard and Poor’s, Indeks Waktu Finansial. Indeks seperti di atas biasanya diukur dari kapitalisasi pasar.

Pasar saham atau IHSG dan rupiah sama-sama di tutup menguat pada perdagangan. Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, salah satu sebabnya adalah laporan survei konsumen yang di rilis Bank Indonesia pada Oktober 2020, tentang alokasi pengeluaran konsumen yang di pakai untuk berbelanja mencapai 69,36 persen. Angka ini naik di bandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 68,8 persen, sekaligus menjadi yang tertinggi sejak Juni 2019.

Pasca-PSBB di longgarkan, kelas menengah yang merupakan motor konsumsi nasional mulai keluar dan berbelanja. Alokasi untuk konsumsi di kelompok masyarakat dengan club388 apk pengeluaran Rp2,1-3 juta dan Rp3,1-4 juta per bulan mencatatkan kenaikan

1. Data pasar saham hari ini

Masyarakat Mulai Belanja, Rupiah dan Pasar Saham Ditutup Menguat  

IHSG di tutup melambung tinggi pada penutupan perdagangan Selasa sore. IHSG di tutup pada posisi 5.462,739 naik 106,734 poin atau 1,99 persen.

Investor membukukan transaksi sore ini sebesar Rp15,42 triliun, dengan volume transaksi sebesar 16,1 miliar lembar saham dan frekuensi sebanyak 1.048,619 kali. Sebanyak 275 saham menguat, 178 melemah, dan 158 tidak mengalami perubahan.

2. Pergerakan rupiah pada penutupan sore ini

Masyarakat Mulai Belanja, Rupiah dan Pasar Saham Ditutup Menguat  

Nilai tukar (kurs) rupiah yang di transaksikan antar bank di Jakarta pada Selasa sore ini juga di tutup menguat. Rupiah naik 53 poin atau 0,38 persen menjadi Rp14.038 per dolar AS.

Rupiah mencatatkan titik tertingginya pada level Rp13.982 per dolar AS, dan terendah Rp14.091 per dolar AS. Mata Uang Indonesia Juga menguat terhadap mata uang lain seperti yuan, dolar Australia, yen, euro, won dan lainnya.

3. Ada faktor eksternal yang membuat rupiah menguat

Masyarakat Mulai Belanja, Rupiah dan Pasar Saham Ditutup Menguat  

Untuk faktor eksternal yang membuat rupiah menguat karena vaksin COVID-19 dapat tersedia dalam waktu dekat, dan dapat meningkatkan optimisme atas pemulihan ekonomi global.

Ibrahim mengatakan, pembuat obat Pfizer Inc mengatakan pada Senin kemarin bahwa kandidat vaksinnya yang sedang dikembangkan dalam kemitraan dengan BioNTech Jerman, lebih dari 90 persen efektif dalam mencegah COVID-19.

“Klaim tersebut di dasarkan pada data dari 94 orang pertama yang terinfeksi virus dalam uji klinis skala besar Pfizer,” kata Ibrahim.

Sementara itu, proses peralihan dari Presiden Donald Trump kepada calon penggantinya Joe Biden di nilai Ibrahim tidak terlalu mulus, karena Trump belum mengakui kemenangan Joe Biden dalam Pilpres.

“Selain itu, Trump juga merencanakan aksi unjuk rasa untuk meningkatkan dukungan atas tantangan hukumnya terhadap hasil pemilihan presiden